Besarnya Mukjizat Al-Qur'an
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Besarnya Mukjizat Al-Qur'an
Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan Allah sekaligus merupakan pemecah persoalan-persoalan kemanusiaan di berbagai segi kehidupan, baik yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, jasmani, sosial, ekonomi maupun politik, dengan pemecahan yang peuh bijaksana, karena ia diturunkan oleh yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan Allah sekaligus merupakan pemecah persoalan-persoalan kemanusiaan di berbagai segi kehidupan, baik yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, jasmani, sosial, ekonomi maupun politik, dengan pemecahan yang peuh bijaksana, karena ia diturunkan oleh yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
Para
utusan Allah Ta’ala dibekali mukjizat, berupa benda dan kemampuan
tertentu sesuai tantangan zamannya. Dengan izin-Nya memiliki kekuatan
di luar batas kemampuan manusia pada masanya dan hanya berlaku di masa
hidupnya. Sebagai contoh, Nabi Isa ‘alaihissalam, dengan izin-Nya bisa
menyembuhkan orang sakit kusta, buta sejak lahir bahkan menghidupkan
orang mati (Qs.3:49). Begitu halnya dari sembilan Mukjizat Nabi Musa
‘alaihissalam dan yang paling popular, berupa tongkat yang bisa menjelma
menjadi ular. Bahkan bisa membelah lautan menjadi daratan dan
mengembalikan lautan seperti semula. Dapat menyelamatkan orang-orang
yang beriman dari kezholiman Fir’aun, menjadi penyebab tenggelamnya
Fir’aun dan bala tentaranya, kematian dan keruntuhan kekuasannya.
Diantara
mukjizat dua puluh lima Nabi dan Rasul Allah Ta’ala, hanya mukjizat Al
Qur’an yang abadi. Ia tetap menjadi mukjizat yang mudah diterima oleh
ruh dan akal yang merasuk ke hati, memberi manfaat di dunia. Bahkan
sampai ke akhirat, sebagaimana sabda Nabi Saw, “Bacalah Al Qur’an, sebab
ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi
sahabat-sahabatnya (orang yang membaca dan mengamalkannya).” (HR.Muslim
dan Ahmad). Mukjizat Al Qur’an tidak luntur di hati orang-orang beriman.
Menjadi bacaan yang solutif bagi setiap kondisi. Memberi ketenangan di
hati, dirindukan dan diminati. Nilai ruh, ilmu dan hikmahnya tidak
lekang. Tidak kadaluarsa karena pergantian waktu, rotasi kepemimpinan,
ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya, adat-istiadat dan dari pengaruh
lainnya.
Zat
Yang Maha Menciptakan seluruh mahluk. Maha Mengetahui kelemahan dan
kelebihan setiap ciptaan-Nya. Ketika Ia menetapkan Al Qur’an sebagai
mukjizat abadi bagi umat Muhammad Saw, dengan pemahaman berbagai
tuntutan dan kebutuhan zaman yang akan dilalui oleh manusia. Di era
globalisasi, Al Huda (Al Qur’an) tetap menjadi bacaan favorit dan
popular. Meski percaturan opini, informasi, komunikasi acap menyita
waktu dan perhatian yang sangat mudah dilakukan antar manusia, antar
kelompok, antar bangsa, negara bahkan antar benua.
Ketetapan
Allah Ta’ala akan Al Qur’an sebagai mukjizat terbesar, terlengkap,
terpercaya, ternama dan terlama memiliki tujuan dan hikmah yang sangat
besar. Perhitungan yang Mahacermat dan Mahateliti, tampil berbahasa
terbaik yakni bahasa Arab. Menjadi tuntunan hidup paling lengkap, dari
perihal terkecil hingga terbesar. Eksistensinya abadi, yakni sebagai
petunjuk sepanjang kehidupan manusia di dunia dan berguna sampai hari
kiamat. Di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk,
serta pembeda antara yang benar dan yang batil (Qs. Albaqarah:185).
Dalam buku ‘Bagaimana Berinteraksi Dengan Al Qur’an’, Dr.Yusuf al
Qaradhawi menyampaikan tentang tiga sisi kemukjizatan Al Qur’an. Yakni
sisi bayan (susunan kalimat dan ungkapannya), sisi hukum dan penataan Al
Qur’an (tantangan Al Qur’an), serta sisi ilmu (isyarat dan petunjuk
tentang hakikat ilmiah) yang tidak mungkin datang dari seorang rasul
yang buta huruf dan hidup di masa yang belum mengenali hakikat ini.
Mukjizat
Al Qur’an semakin dirasakan di Bulan Ramadhan. Bulan terbaik dipilih
sebagai saat yang tepat bagi permulaan nuzulul Qur’an. Menjadi momen
yang sakral bagi umat manusia untuk meningkatkan interaksi dengan cara
membaca, mentadabburi, mempelajari, menghafal dan mengamalkan pesan Al
Qur’an. Tatkala hawa nafsu ditundukkan dengan cara menahan diri dari
makan, minum dan syahwat. Akal dan hati menjadi jernih dan tajam.
Kitab
Suci yang turun melalui perantaraan Jibril, malaikat yang memiliki 1000
sayap. Diterima oleh Nabi Muhammad Saw, utusan Allah Ta’ala yang
terakhir. Menjadi perantara pemberi syafaat Allah di hari kiamat dengan
mengikuti Sunnah Beliau, mengamalkan pesan Al Qur’an dan menegakkan
shiyam (puasa) dalam Bulan Ramadhan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar